KARAKTER DAUN KELOR UNTUK OBAT



Indonesia tanaman kelor dikenal dengan berbagai nama. Masyarakat Sulawesi menyebutnya kero, wori, kein atau keloro. Orang-orang Madura menyebutnya maronooit Di Sunda dan Melayu disebut kelor. Di Aceh disebut mure Di Ternate dikenal sebagai kelo. Di Sumbawa disebut kawone Sedangkan orang-orang Minang mengenalnya dengan nama munggai. Berikut ini gambaran mengenai tanaman tersebut.
1. Batang
Kelor termasuk jenis tanaman perdu yang dapat memiliki ketingginan batang 7-12 m. la merupakan tanaman yang berbatang dan termasuk jenis batang berkayu sehingga batangnya keras dan kuat. Bentuknya sendiri adalah bulat (teres) dan permukaannya kasar. Arah tumbuhnya lurus ke atas atau biasa yang disebut dengan tegak lurus (erectus).
Percabangan pada batang tanaman kelor merupakan cara percabangan simpodial dimana batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan selanjutnya mungkin ia menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding cabangnya. Arah percabangannya tegak (fastigiatus) karena sudut antara batang dan cabang amat kecil sehingga arah tumbuh cabang hanya pada pangkalnya saja sedikit lebih serong ke atas, tetapi selanjutnya hampir sejajar dengan batang pokoknya.
2. Akar Akar tunggang tanaman kelor berwarna putih dan
seperti lobak. Ia memiliki bau tajam yang khas. erakaran kelor memang dalam, membentuk akar tunggang yang lebar dan serabut yang tebal tanaman kelor yang diperbanyak dengan membentuk akar tunggang.
an serabut yang tebal. Sedangkan
3. Kulit Akar
Kulit akar tanaman kelor mempunyai rasa, berbau tajam in pedas. Bagian dalamnya berwarna kuning pucat dan hergaris halus tetapi terang serta melintang.
Permukaan luar kulit akar agak licin sedangkan permukaan dalamnya agak berserabut. Bagian kayunya berwarna coklat muda atau krem berserabut, dan sebagian besar terpisah.
4. Daun
Daun kelor memiliki karakteristik bersirip tak sempurna, kecil, berbentuk telur, dan berukuran sebesar ujung jari. Helaian anak daun berwarna hijau sampai hijau kecoklatan. Bentuk helaian adalah bundar telur atau bundar telur terbalik. Panjang helaian 1-3 cm, dan lebar 4 mm sampai 1 cm.
5. Bunga
Bunga tanaman kelor muncul di ketiak daun (axillaris), bertangkai panjang, kelopak berwarna putih agak krem, dan menebar aroma khas. Bunga ini berwarna putih kekuningkuningan terkumpul dalam pucuk lembaga di bagian ketiak dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau.
Malai terkulai 10-15 cm, memiliki lima kelopak yang mengelilingi lima benang sari dan lima staminodia. Bunga kelor keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak.
6. Buah atau Polong
Kelor berbuah setelah berumur 12-18 bulan. Buah atau polong kelor berbentuk segi tiga memanjang yang
k segi tiga memanjang yang disebut Jawa) dengan panjang 20-60 cm. Buah ini ketika a berwarna hijau dan setelah tua menjadi coklat.
klentang (Jawa) dengan p
berubah berwarna coklat
Biii di dalam polong berbentuk bulat. Ketika muda biji berwarna hijau terang dan berubah berwarna co kehitaman ketika polong telah matang dan kering.
Ketika kering, polong membuka menjadi tiga bagian dalam setiap polong rata-rata berisi antara 12 dan 35 bij
7. Biji
Biji kelor berbentuk bulat dengan lambung semipermeabel berwarna kecoklatan. Lambung sendiri memiliki tiga sayap putih yang menjalar dari atas ke bawah.
Setiap pohon dapat menghasilkan 15.000 dan 25.000 biji per tahun. Berat rata-rata per biji adalah 0,3 gr.
B. Kandungan Kimia
Kelor kaya dengan nutrisi, vitamin, mineral dan asam amino yang penting dalam menjaga tubuh tetap bugar. Kelor juga sarat dengan vitamin A dan C, zat besi, kalsium, protein, kalium, dan berbagai nutrisi lainnya yang dapat membantu sel-sel tubuh melawan kanker dalam tubuh. Memasukkan kelor dalam diet harian sama artinya dengan

Related Posts

KARAKTER DAUN KELOR UNTUK OBAT
4/ 5
Oleh
0 Komentar untuk "KARAKTER DAUN KELOR UNTUK OBAT"