DEFINISI SERAT PANGAN




Dari uraian sebelumnya dapat dismpulkan bahwa salah satu komponen pangan fungsional yang sangat banyak mendapat sorotan dewasa ini adalah serat pangan. Serat pangan menjadi popular setelah publikasi penelitian Dennis Burkit dan Hugh Trowell yang menyatakan bahwa diet kaya serat akan memebantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang berkembang di Negara- Negara maju seperti diabetes militus, jantung koroner, penyakit diverkulosis, obesitas dan kanker usus besar.
Serat pangan adalah makanan berbentuk karbohidrat kompleks yang banyak terdapat pada dinding sel tanaman pangan. Serat pangan tidak dapat dicerna dan tidak diserap oleh pencernaan manusia, teteapi memiliki fungsi yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan sebagai komponen penting dalam terapi gizi. Menurut karakter fisik dan pengaruhnya terhadap tubuh, serat pangan dibagi atas dua golongan besar yaitu serat pangan larut air (soluble dietary fiber) dan serat pangan tidak larut air (insoluble dietory fiber).
      1.            Serat Pangan Larut Air (soluble dietary fiber)
Serat pangan larut air merupakan komponen serat yang dapat larut di dalam air dan di dalam saluran pencernaan. Komponen serat ini dapat memebentuk gel dengan cara menyersp air, kelompok serat pangan larut air adalah pectin, psilium, gum, musilase, karagenan, asam alginate, dan ager- agar.
Fungsi utama serat pangan larut air adalah sebagai berikut:
1)      Memperlambat kecepatan pencernaan dalam usus sehingga aliran energi ke dalam tubuh menjadi stabil.
2)      Memberikan perasaan kenyang yang lebih lama.
3)      Memperlambat kemunculan gula darah (glukosa) sehingga insulin yang dibutuhkan untuk mengubah glukosa menjadi energy makin sedikit.
4)      Membantu mengendalikan berat badan dengan memperlambat munculnya rasa lapar.
5)      Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan dengan cara meningkatkan  motilitas (pergerakan) usus besar.
6)      Mengurangi resiko penyakit jantung.
7)      Mengikat asam empedu.
8)      Mengikat lemak dan kolestrol kemudian dikeluarkan melalui feses (proses buang air besar.
2. Serat pangan tidak larut (Insoluble Dietary Fiber)
    Serat pangan tidak larut adalah serat yang tidak dapat larut baik didalam air maupun didalam saluran pencernaan. Sifat yang menonjol dari komponen serat ini adalah kemampuannya menyerap air serta dan volume feses sehingga makanan dapat melewati usus besar dengan cepat dan mudah. Kelompok serat pangan tidak larut air adalah selulosa, hemiselulosa, dan lignin.
Fungsi utama pangan tidak larut air adalah sebagai berikut:
1)      Mempercepat waktu transit makanan dalam usus dan meningkatkan berat feses.
2)      Memperlancar proses buang air besar.
3)      Mengurangi resiko wasir, divertikolosis, dan kanker usus besar.
Kita harus mengkonsumsi kombinasi bermacam serat pangan dan beras yang masih ada kulit arinya, biji- bijian, sayur- sayuran dan buah- buahan untuk memenuhi kebutuhan serat pangan sekaligus memenuhi gizi lengkap dan seimbang. Hampir seluruh makanan berserat terdiri atas kombinasi serat tidak larut. Pada umumnya komposisi serat tidak larut lebih dominan dibandingkan serat larut, misalnya untuk 100 gram pisang, jumlah serat tidak larut sebesar 1,4 gram sedangkan serat larutnya 0,6 gram. Demikian juga pada 100 gram apel dengan kulitnya, terdapat 2 gram serat tidak larut dan 0,6 gram serat larut.
Komponen terbesar serat pangan adalah polisakarida nonpati. Polisakarida nonpati tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan, komponen serat pangan yang lainnya ialah komponen polisakarida nonstructural seperti agar, galaktomanan dari guar gum yang dapat meningkatkan viskositas lumen usus.     

Related Posts

DEFINISI SERAT PANGAN
4/ 5
Oleh
0 Komentar untuk "DEFINISI SERAT PANGAN"